BUA0GUMiGfG7TfY6TSY7Tpr7GA==

Animasi One Punch Man Season 3 Bikin Fans Geleng-Geleng: Kapan Grafiknya Membaik?

Animasi One Punch Man Season 3 Bikin Fans Geleng-Geleng: Kapan Grafiknya Membaik?

Bariskabar - One Punch Man adalah salah satu anime yang pernah mencapai status “visual dewa” berkat Season 1 yang dikerjakan Madhouse. Tidak ada yang lupa bagaimana pertarungan Saitama vs Boros menjadi salah satu adegan anime terbaik sepanjang masa. Fluid, dinamis, artistik, penuh power—itulah standar emas yang masih melekat di hati fans.

Namun setelah penantian panjang, munculnya teaser dan potongan visual One Punch Man Season 3 justru memicu perdebatan besar. Banyak fans yang merasa animasinya kaku, grafiknya tidak konsisten, dan secara keseluruhan terlihat di bawah standar OPM. Akibatnya, media sosial dipenuhi komentar yang bernada kecewa.

Artikel ini membedah secara lengkap:

  • Apa saja kekurangan animasi OPM S3

  • Mengapa grafik terasa menurun

  • Reaksi keras dari komunitas anime

  • Tantangan produksi di balik layar

  • Prediksi apakah kualitas akan membaik sebelum rilis final

Mari kita ulas secara mendalam.

1. Animasi Terlihat Kaku: Masalah Terbesar yang Fans Keluhkan

Dari potongan adegan teaser dan still-image yang beredar, fans langsung menyoroti bahwa beberapa frame animasi terlihat kaku, kurang fluid, dan tidak memiliki energi yang dulu menjadi ciri khas OPM.

Beberapa contohnya:

a. Gerakan tubuh tidak natural

Saat karakter melakukan gerakan cepat, animasinya terasa patah. Transisi dari satu pose ke pose lain kurang mulus, seolah-olah frame-nya masih minim.

b. Efek pukulan kurang ‘berasa’

Padahal OPM identik dengan impact visual. Namun di teaser S3, efek pukulan terlihat biasa saja, tidak ada layering, tidak ada motion blur dramatis, dan tidak memberikan sensasi “ditonjok Saitama”.

c. Kamera terasa statis

Salah satu daya tarik Season 1 adalah kamera yang dinamis—rotation shot, tracking shot, bahkan long take aksi. Season 3 tampak lebih sederhana dan kurang berani bermain sinematografi.

d. Frame action tampak terburu-buru

Beberapa cuplikan terlihat seperti animatic mentah, bukan hasil akhir.

Semua ini membuat fans bertanya: Benarkah ini final? Atau masih draft?

2. Masalah Konsistensi Visual: Karakter Kadang Tampak Berbeda

Komplain terbesar kedua adalah ketidakkonsistenan model karakter.

Contoh kasus yang sering dibahas fans:

  • Wajah Saitama berubah-ubah antara “serius mode” dan “goofy mode”, tapi bukan karena komedi—melainkan karena model-nya tidak stabil.

  • Rambut Garou tampak berbeda di tiap frame.

  • Genos terlihat kurang detail, terutama di area mekanis tubuhnya.

  • Garis wajah Bang terlihat lebih tua di satu frame, namun lebih muda di frame berikutnya.

Bagi fans, inkonsistensi seperti ini membuat mereka merasa kualitas pengawasan animasi tidak ketat.

3. Warisan Buruk Season 2, Fans Masih Belum Move On

Season 2 sempat menimbulkan kontroversi besar. Banyak yang mengkritik:

  • animasi lambat,

  • shading minim,

  • dan visual yang turun drastis dari Season 1.

Karena itu, saat melihat kualitas Season 3 yang belum memuaskan, banyak yang berkata:

“Season 3 kelihatannya masih Season 2 yang ditambal.”

Sebagian fans bahkan berkomentar bahwa OPM kehilangan identitas visualnya sejak tidak lagi ditangani Madhouse.

4. Reaksi Fans: Meme, Kritik, dan Harapan Hancur

Seperti biasa, internet tidak pernah tenang.

Di Twitter dan TikTok, meme-meme seputar animasi OPM S3 langsung meledak:

  • Meme perbandingan Saitama Season 1 vs Saitama S3

  • Meme “expectation vs reality”

  • Edit ulang fanmade yang lebih bagus daripada teaser resmi

Beberapa komentar yang banyak diulang:

  • “Kenapa rasanya downgrade terus?”

  • “Garou deserve better.”

  • “Ini arc terbaik, tapi grafiknya nggak mendukung.”

  • “Kalau gini terus, mending delay aja.”

Ada juga tagar-tagar seperti:
#FixOPMS3, #ImproveTheAnimation, dan bahkan #NotMyOPM.

Komunitas anime cukup keras, tapi juga punya alasan kuat.

5. Penyebab Utama: Jadwal Produksi yang Sangat Ketat

Salah satu penyebab kualitas animasi kurang optimal adalah deadline yang padat. Arc Monster Association adalah arc panjang dengan:

  • pertarungan raksasa,

  • monster kelas naga,

  • puluhan karakter muncul dalam satu episode,

  • efek visual yang kompleks.

Namun waktu produksi yang terbatas membuat animator sulit mencapai kualitas maksimum.

Rumornya, banyak animator senior sedang mengerjakan proyek besar lain seperti:

  • seri shonen baru,

  • proyek film,

  • dan anime yang digarap studio besar.

Hal ini membuat OPM S3 bergantung pada tim yang lebih kecil.

6. Masalah Anggaran: OPM Tidak Lagi Prioritas Besar Studio

Walau One Punch Man adalah franchise terkenal, bukan berarti produksi anime-nya selalu mendapat budget besar.

Tanda-tandanya:

  • penggunaan CGI murah pada monster,

  • shading minimal,

  • sedikit animator kelas A yang terlibat,

  • dan latar belakang statis di banyak scene.

Fans mencium bahwa studio tidak mengalokasikan dana besar seperti pada proyek-proyek kompetitor (contoh: JJK, Demon Slayer, atau Bleach TYBW).

7. Tantangan Adaptasi: Manga Murata Terlalu Detail

Yusuke Murata dikenal sebagai salah satu artist manga paling detail di era modern.

Setiap halaman memiliki:

  • shading kompleks,

  • monster anatomis yang rumit,

  • rambut dan ekspresi super detail,

  • efek ledakan bergaya realistis.

Mengadaptasi karya seperti ini ke anime BUKAN hal mudah. Studio harus:

  • menentukan prioritas mana yang dipertahankan,

  • memotong detail yang tidak mungkin dianimasikan,

  • menyederhanakan adegan tanpa kehilangan impact.

Jika tidak, hasilnya tampak “kurang greget”.

8. Bisakah Grafik One Punch Man S3 Membaik?

Inilah pertanyaan besar fans.

Jawabannya: masih bisa. Tetapi hanya jika:

a. Studio mau mendengarkan kritik

Teaser S3 bukan final. Banyak anime yang kualitasnya jauh membaik saat rilis.

b. Ada revisi besar pada shading & model karakter

Ini yang paling terlihat oleh fans.

c. Adegan pertarungan dikerjakan ulang

Terutama momen-momen Garou dan pertarungan Monster Association yang epik.

d. CGI diperhalus atau dihilangkan pada momen penting

Fans sangat peka terhadap CGI yang tidak blend.

Jika revisi tidak dilakukan, Season 3 akan mengalami masalah besar.

9. Harapan Fans: Lebih Baik Delay daripada Rilis Setengah Jadi

Sama seperti anime populer lain, fans lebih memilih kualitas konsisten dibanding rilis cepat.

Beberapa anime yang sukses meski delay:

  • Attack on Titan Final Season

  • Mushoku Tensei

  • Demon Slayer (movie delay)

Karena itu, komunitas OPM bersuara:

“Kalau memang belum siap, tunda saja. Jangan korbankan arc terbaik.”

Arc ini adalah puncak cerita Saitama vs Garou dan fans ingin melihatnya
dengan visual yang pantas.

Kesimpulan: OPM S3 Masih Punya Kesempatan Menjadi Epik—Asal Berani Perbaikan Besar

Kekecewaan fans terhadap animasi One Punch Man Season 3 memang beralasan. Grafiknya belum stabil, animasinya terasa kaku, dan konsistensi visualnya masih jauh dari harapan.

Namun di balik kritik itu, tersimpan harapan besar:

  • OPM masih salah satu anime paling dicintai

  • arc Monster Association terlalu bagus untuk gagal

  • revisi masih mungkin dilakukan

  • komunitas masih loyal dan siap mendukung

Jika studio benar-benar mendengar suara fans, OPM S3 masih bisa bangkit dan memberikan adaptasi yang layak dikenang.

Untuk saat ini, semua mata tertuju pada pengumuman lanjutan:
Apakah grafiknya akan diperbaiki?
Atau Saitama harus menerima nasib dua musim berturut-turut “downgrade”?

Waktu akan menjawab.

Komentar0

Type above and press Enter to search.

www.bukakabar.com www.webteknologi.com