
Bariskabar - Cirebon, kota kecil di pesisir utara Jawa Barat, bukan hanya terkenal karena keraton dan batiknya saja. Kota ini juga menyimpan harta karun kuliner yang luar biasa kaya rasa.
Dari hidangan berkuah gurih hingga jajanan pedas menyegarkan, semuanya menggambarkan percampuran budaya Sunda, Jawa, Arab, dan Tionghoa yang harmonis. Setiap suapan menghadirkan kisah panjang tentang sejarah dan cara hidup masyarakat Cirebon.
Bayangkan aroma santan berpadu dengan rempah yang harum, atau segarnya kuah pedas dengan belimbing wuluh. Semua itu bisa kamu rasakan dalam berbagai masakan khas Cirebon yang terkenal lezat. Tak heran kalau banyak wisatawan yang sengaja datang ke kota ini hanya untuk mencicipi hidangan autentiknya.
Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa resep makanan khas Cirebon yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Mulai dari makanan berat, lauk pauk, hingga jajanan yang menggugah selera. Setiap resep akan disertai bahan, langkah memasak, serta tips agar hasilnya sempurna. Yuk, kita mulai petualangan rasa ini!
1. Empal Gentong – Kuah Gurih dari Gentong Tanah Liat
Sekilas Tentang Empal Gentong
Empal Gentong merupakan hidangan paling terkenal dari Cirebon. Kuahnya mirip gulai, tapi teksturnya lebih ringan. Daging dan jeroan sapi dimasak perlahan dalam gentong tanah liat. Proses memasaknya masih memakai kayu bakar, sehingga aromanya sangat khas. Hidangan ini disajikan panas dengan taburan daun kucai dan bawang goreng.
Bahan-Bahan
-
500 gram daging sapi, potong kecil
-
300 gram jeroan sapi (babat, paru, atau usus)
-
1 batang serai, memarkan
-
2 lembar daun salam
-
1,5 liter santan cair
-
2 sdm minyak untuk menumis
-
Bumbu halus: bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, merica, dan garam
Cara Membuat
-
Rebus daging dan jeroan hingga empuk, lalu tiriskan.
-
Tumis bumbu halus hingga harum bersama daun salam dan serai.
-
Masukkan santan, aduk perlahan agar tidak pecah.
-
Tambahkan daging dan jeroan ke dalam kuah.
-
Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap.
-
Sajikan panas bersama nasi atau lontong.
Tips
Gunakan kayu bakar atau arang untuk aroma khas. Jangan biarkan santan mendidih terlalu cepat supaya tidak pecah.
2. Nasi Jamblang – Nasi Bungkus Daun Jati yang Legendaris
Asal-Usul Nasi Jamblang
Nasi Jamblang muncul sejak masa kolonial Belanda. Awalnya, hidangan ini dibuat untuk para pekerja proyek jalan raya di Cirebon. Nasi dibungkus daun jati agar tahan lama dan tidak mudah basi. Kini, Nasi Jamblang menjadi ikon kuliner yang wajib dicoba wisatawan.
Bahan-Bahan
-
Nasi putih secukupnya
-
Daun jati untuk membungkus
-
Lauk pendamping: tempe goreng, tahu, sambal, ikan asin, telur balado, dan sayur.
Cara Membuat
-
Siapkan nasi putih hangat.
-
Letakkan nasi di atas daun jati.
-
Tambahkan lauk sesuai selera.
-
Bungkus dengan rapat, lalu sajikan.
Tips
Daun jati memberi aroma alami pada nasi. Jika sulit mendapatkannya, gunakan daun pisang yang sudah dilayukan di atas api.
3. Nasi Lengko – Sajian Sehat dan Sederhana dari Tanah Cirebon
Sekilas Tentang Nasi Lengko
Nasi Lengko dikenal sebagai makanan rakyat Cirebon. Isinya sederhana tapi menyehatkan. Ada tahu, tempe, tauge, dan timun, semuanya disiram saus kacang gurih. Paduan antara lembut dan renyahnya bahan membuat hidangan ini selalu menggoda.
Bahan-Bahan
-
300 gram nasi putih
-
2 potong tahu, goreng hingga kecokelatan
-
100 gram tempe goreng
-
50 gram tauge rebus
-
1 buah timun, potong dadu
-
Daun bawang dan seledri cincang
-
Bawang goreng untuk taburan
Saus kacang:
-
50 gram kacang tanah goreng
-
3 cabai merah
-
2 siung bawang putih
-
2 sdm kecap manis
-
Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat
-
Haluskan bahan saus kacang.
-
Tambahkan sedikit air, masak hingga mengental.
-
Susun nasi, tahu, tempe, tauge, dan timun di piring.
-
Siram saus kacang di atasnya.
-
Taburi bawang goreng, daun bawang, dan seledri.
Tips
Gunakan kacang tanah yang baru digoreng agar aromanya maksimal. Sajikan saat hangat supaya rasanya lebih nikmat.
4. Tahu Gejrot – Camilan Pedas Manis yang Menggoda
Cerita di Balik Tahu Gejrot
Tahu Gejrot sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Camilan ini mudah ditemukan di pinggir jalan Cirebon. Porsinya kecil, tapi rasanya mengguncang lidah. Kuah pedas manisnya bikin ketagihan.
Bahan-Bahan
-
Tahu goreng (tahu pong lebih baik)
-
5 siung bawang merah
-
2 siung bawang putih
-
5 cabai rawit merah
-
2 sdm gula merah, serut halus
-
1 sdm kecap manis
-
½ sdt asam jawa, larutkan dengan air hangat
Cara Membuat
-
Potong tahu goreng kecil-kecil.
-
Ulek bawang merah, bawang putih, dan cabai kasar.
-
Tambahkan gula merah, kecap, dan air asam. Aduk rata.
-
Siram campuran ini di atas potongan tahu.
-
Sajikan segera.
Tips
Gunakan tahu yang garing agar menyerap kuah dengan baik. Makan saat masih segar untuk rasa maksimal.
5. Mie Koclok – Mie Kuah Kental Favorit Malam Hari
Sekilas Tentang Mie Koclok
Kalau kamu berkunjung ke Cirebon saat malam, Mie Koclok wajib dicoba. Mie ini disajikan dengan kuah kental dari campuran kaldu ayam dan tepung maizena. Kuahnya gurih, ditambah suwiran ayam dan telur rebus di atasnya.
Bahan-Bahan
-
200 gram mie basah
-
100 gram daging ayam rebus, suwir halus
-
1 butir telur rebus
-
50 gram tauge
-
Daun bawang iris halus
Kuah:
-
500 ml kaldu ayam
-
2 sdm tepung maizena, larutkan
-
2 siung bawang putih cincang
-
Garam dan merica secukupnya
Cara Membuat
-
Rebus mie hingga matang, tiriskan.
-
Tumis bawang putih hingga harum.
-
Tambahkan kaldu ayam, garam, dan merica.
-
Tuang larutan maizena sambil diaduk hingga kuah kental.
-
Sajikan mie di mangkuk, tuang kuah panas, lalu tambahkan topping.
Tips
Aduk larutan maizena sebelum dituangkan agar kuah tidak menggumpal. Tambahkan perasan jeruk nipis untuk sentuhan segar.
6. Docang – Sarapan Tradisional dengan Kuah Oncom
Cerita di Balik Docang
Docang sering disebut sebagai “sarapan sejuta umat” di Cirebon. Hidangan ini sederhana namun mengenyangkan. Biasanya dijual di pagi hari di sekitar alun-alun atau pasar. Kuah oncomnya gurih dan beraroma khas.
Bahan-Bahan
-
Lontong, potong kecil
-
Daun singkong rebus
-
Tauge rebus
-
Parutan kelapa
-
Kerupuk untuk taburan
Kuah Oncom:
-
100 gram oncom atau tempe bungkil
-
Bawang merah, bawang putih, cabai merah
-
Garam, gula, dan air secukupnya
Cara Membuat
-
Tumis bumbu halus hingga harum.
-
Masukkan oncom dan air, aduk hingga rata.
-
Masak sampai kuah agak kental.
-
Susun lontong, daun singkong, dan tauge di mangkuk.
-
Siram dengan kuah panas, lalu taburi parutan kelapa dan kerupuk.
Tips
Gunakan oncom segar agar rasa tidak pahit. Hidangan ini paling nikmat disantap saat masih hangat.
7. Pedesan Entog – Pedasnya Menggugah Selera
Sekilas Tentang Pedesan Entog
Pedesan Entog adalah salah satu kebanggaan kuliner Cirebon. Daging entog yang empuk dimasak dengan bumbu rempah pedas hingga kuahnya kental dan harum. Cocok untuk penggemar masakan pedas sejati.
Bahan-Bahan
-
1 ekor entog, potong kecil
-
10 siung bawang merah
-
5 siung bawang putih
-
10 cabai merah besar
-
5 cabai rawit
-
3 cm jahe dan lengkuas
-
2 batang serai
-
Daun salam, daun kemangi, dan garam
Cara Membuat
-
Tumis semua bumbu halus hingga matang dan harum.
-
Masukkan potongan entog, aduk rata.
-
Tambahkan air hingga daging terendam.
-
Masak dengan api kecil hingga daging empuk.
-
Tambahkan daun kemangi menjelang matang.
-
Sajikan panas dengan nasi putih.
Tips
Gunakan api kecil agar bumbu meresap sempurna. Jika tidak ada entog, ayam kampung bisa jadi alternatif.
8. Empal Asam – Segar dan Gurih di Setiap Suapan
Sekilas Tentang Empal Asam
Empal Asam adalah versi ringan dari Empal Gentong. Bedanya, kuahnya bening dengan rasa asam segar. Belimbing wuluh menjadi kunci rasa uniknya. Cocok untuk kamu yang ingin hidangan gurih tapi tidak bersantan.
Bahan-Bahan
-
500 gram daging sapi
-
2 liter air kaldu
-
5 butir bawang merah
-
3 siung bawang putih
-
5 buah belimbing wuluh, potong-potong
-
1 batang serai, geprek
-
Daun salam, garam, dan gula
Cara Membuat
-
Rebus daging hingga empuk, sisihkan.
-
Tumis bawang merah dan putih hingga harum.
-
Tambahkan serai, daun salam, dan belimbing wuluh.
-
Masukkan air kaldu dan daging sapi.
-
Masak sampai kuah sedikit menyusut dan rasa asamnya merata.
Tips
Jangan terlalu lama memasak belimbing agar tidak terlalu asam. Hidangan ini lezat dengan sambal dan kerupuk.
9. Kue Gapit – Camilan Renyah Tradisional Cirebon
Sekilas Tentang Kue Gapit
Selain makanan berat, Cirebon juga punya jajanan renyah bernama Kue Gapit. Bentuknya pipih, tipis, dan mirip kue semprong. Biasanya disajikan dengan gula merah cair atau parutan kelapa.
Bahan-Bahan
-
200 gram tepung beras
-
50 gram tepung tapioka
-
100 gram gula pasir
-
1 butir telur
-
200 ml santan
-
Garam sedikit
Cara Membuat
-
Campur semua bahan hingga jadi adonan cair.
-
Panaskan cetakan kue gapit, tuang sedikit adonan.
-
Jepit dan panggang hingga kering.
-
Angkat dan biarkan dingin agar renyah.
Tips
Kue gapit bisa disimpan lama dalam wadah tertutup. Sajikan dengan gula cair atau parutan kelapa.
Penutup: Cirebon dan Warisan Rasa yang Tak Lekang Waktu
Dari semua resep di atas, terlihat betapa kaya cita rasa kuliner Cirebon. Ada gurih, pedas, manis, dan asam, semuanya berpadu harmonis. Setiap makanan punya cerita dan sejarah panjang di baliknya.
Cirebon bukan sekadar kota pelabuhan, tapi juga persimpangan budaya yang tercermin dalam makanannya. Saat kamu memasak salah satu resep di atas, bayangkan suasana warung di pinggir jalan dengan aroma rempah yang menggoda. Suara penggorengan dan gelak tawa pembeli membuat suasana terasa hidup.
Jadi, jangan ragu untuk mencoba resep-resep ini di rumah. Selain mudah dibuat, bahan-bahannya juga gampang didapat. Siapa tahu, setelah mencicipi, kamu akan jatuh cinta pada cita rasa Cirebon yang hangat dan bersahaja.
Komentar0